Polres Kutim Amankan Bandar dan Pemain Judi Dadu

Polres Kutim Amankan Bandar dan Pemain Judi Dadu

Siapa coba yang tidak tergiur dengan uang cepat dan hanya membutuhkan waktu singkat? Dimana mereka sudah tidak perlu bekerja keras menghabiskan tenaga. Namun, mereka bisa mendapatkan keuntungan dalam waktu yang singkat hanya sekedar bermain saja. Oleh karena itu, banyak sekali yang terus tertarik untuk memainkan berbagai permainan judi sehingga memberikan keuntungan secara maksimal. Salah satu permainan yang sedang menjadi trend pecinta judi adalah dadu. Permainan dadu memang tidak membutuhkan keahlian tertentu sehingga sangat diharapkan bisa mendapatkan kemenangan.

Di Indonesia sendiri memang berbagai permainan judi sangatlah dilarang keras karena bisa membuat rugi masyarakatnya. Oleh karena itu, pemerintah pun terus menegaskan agar masyarakat bisa patuh untuk tidak bermain judi sehingga tidak membuat rugi juga. Mereka yang sudah berkeluarga memang sangat disayangkan jika senang dengan perjudian karena belum tentu mendapatkan keuntungan. Selama ini, banyak juga pemain judi yang akhirnya harus rugi besar karena telah mengalami kerugian akibat terus bermain tanpa mampu menang.

Pemain dadu online uang asli sudah pernah merasakan bagaimana mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat pastinya sulit sekali untuk berhenti. Dipastikan mereka akan terus berjuang keras untuk bisa mendapatkan keuntungan lebih sehingga benar-benar melakukan yang terbaik. Saatnya pihak kepolisian juga jeli untuk menangkap pemain judi yang bisa merusak pikiran masyarakat. Dimana banyak sekali masyarakat Indonesia yang hanya mengandalkan perjudian dan tanpa melakukan kerja keras seperti umumnya.

Pada 17 Agustus 2020 sekitar pukul 17.30 WITA, Satreskrim Polres Kutai Timur (Kutim) telah membekuk dua pelaku judi dadu di jalan Poros Samarinda Bontang, Danau Redan, Teluk Pandan, Kutim. Dua pelaku judi tersebut berinisial Mdn usia 55 dan AR usia 54.

AKP Abdul Rauf memang telah mendengarkan aduan dari masyarakat jika telah terjadi perjudian jenis dadu. Dengan pengaduan tersebut tentunya pihak kepolisian harus lebih tegas untuk menyikapinya sehingga tidak membuat warganya resah.

Baca Juga : Bandar Dadu Ditikam Hingga Kritis

“Kemudian tim Macan mendatangi TKP dan melakukan penangkapan, tapi sebagian pemain berhasil melarikan diri. Tim Macan berhasil mengamankan 2 orang terduga pelaku dan dibawa ke Polres Kutim untuk dimintai keterangan,” Jelas Rauf.

Barang bukti atas penangkapan pelaku judi dadu tersebut adalah uang Rp 100 ribu sebanyak 36 lembar, uang Rp 50 ribu sebanyak 40 lembar, uang Rp 20 ribu  2 lembar,  uang Rp 10 ribu 2 lembar, 3 dadu hitam, 3 dadu putih besar, 7 dadu putih kecil, lapak dadu serta penggoncang dadu.

Kedua pelaku kini harus menerima hukuman karena sudah berani melanggar aturan pemerintah. Dimana perjudian apapun memang dilarang keras karena bisa merusak otak manusia. Oleh karena itu, bagi siapapun yang melanggar memang harus menerima hukuman sesuai dengan peraturan yang sudah dikeluarkan.

Meskipun sudah banyak sekali penangkapan pejudi juga tidak membuat hati seorang pejudi khawatir. Justru mereka terus mencari alternative lain agar tidak ketahuan oleh pihak kepolisian. Padahal jenis judi apapun juga sangat menghawatirkan dan harus lebih diperhatikan lagi. Sangat disayangkan jika kalian harus mendapatkan kesempatan untuk bekerja, namun lebih tertarik berjudi sehingga membuat kalian ketergantungan lagi.

Siapapun yang sudah pernah merasakan nikmatnya berjudi pasti akan sulit menghentikannya. Oleh karena itu, kalian harus lebih memperhatikan secara maksimal jika bekerja justru baik dibandingkan berjudi. Karena perjudian hanyalah sebuah hiburan semata dan bukan menjadi mata pencaharian utama. Bukankah demikian?